Oleh : Antonius S. Boma.
MAKASSAR LAWANMALAS.COM Menurut pengamat saya arti dari pada kata “pendidikan” adalah ada tiga arti yakni pen, didik dan an. “Pen” berarti bolpin atau pena. Dan dalam arti lain, pen artinya nilai. Kalau “Didik” berarti suatu nasehat atau dorongan yang disampaikan oleh kedua orang tua atau keluarga yang terdekat. Karena sesuatu disampaikan oleh pihak-pihak tertentu, pendengarnya bisa di sebut atau dibilang motivasi, dorongan, nasehat, saran, masukan dan lain sebagainya.
Namun untuk “an” berarti hanya huruf tambahan dari kedua kata diatas karena untuk menjadikan satu kata yang logis, kata-kata tertentu perlu memakai huruf deduktif dan induktifnya seperti kata pendidikan diatas.
Setelah kasih satukan kata “pendidikan” merupakan suatu proses pembelajaran yang dipelajari oleh setiap individu. Pendidikan itu lahir bersamaan dengan kami keluar dari kandungan ibu masing-masing.
Selagi kami masih kecil, pendidikan utama dan pertama yang kami menemukan adalah perkataan orang tua sepertinya “ seketika kami berbuat sesuatu yang orang tua tidak di inginkan berarti, “kata orang tua” anak itu tidak boleh”.
Lalu pendidikan yang kedua kami menemukan adalah ditingkat Taman Kanak-Kanak (TK) atau Sekolah Dasar (SD).
Dalam kami beradaptasi ditingkat TK atau SD, ada banyak pembelajaran yang kami menemukakan karena disitu pendidiknya.
Pendidikan bukan saja suatu proses pembelajaran tetapi mentransfer ilmu dari pedidik kepada peserta didiknya.
Karena generasi penerus tidak mungkin sendirinya akan cerdas jika tidak ada pendidikan serta pendidiknya.
Dan kami sebagai generasi mudah perluh mengapresiasikan kepada orang yang mendidik kita. Karena pendidikan bukan saja mentransfer ilmu lagi tetapi meningkatkan sumber daya manusia SDM dan mencetak generasi penerus yang cerdas melalui pendidikan tersebut.
Sebab jelasnyakan melalui pendidikan ada banyak hal yang kami akan menemukakan, dulunya kami tidak tau.
Maka dengan itu mengalisis saya dalam perkembangan pendidikan di papua sangat minim, lalu penindasan semakin naik secara terustruktur dan sistematis.
“Hal itu generasi mudah papua menyaksihkan kepalah mata sendiri tetapi ada kebanyakan anak mudah yang belum mengenal makna pendidikan dan pentingnya pendidikan.
Sebab sebenarnya satu metode atau modus yang melawan klonialisme, kapitalis dan inpralisme adalah pendidikan bukan fisiknya, karena lawan kami adalah bukan manusianya tetapi sistimnya.
Untuk itu, saya mengajak kepada kawan-kawan yang masih nyangkur dan sama sekali belum masuk sekolah dasar, saat ini pun boleh masuk sekolah karena kami bangsa papua barat bukan tertinggal tetapi tinggal di papua.
Penulis diatas ini adalah salah satu mahasiswa analog yang sedang menimbah ilmu di kota study makassar bernama Sumber Badaki Bomaibo Tua Gila Di Makassar.


0 komentar:
Posting Komentar