Suasana Kedatangan Pemeprov Papua
di kota studi makassar
selasa 27-10-2020
Oleh: Antonius Boma
MAKALASSARLAWANMALAS.COM-Ikatan Pelajar mahasiswa papua kota studi jayapura pempertahankan harkat dan martabatnya sebagai orang asli papua , namun sekelompok mahasiswa papua di makassar mengkiyanatinya.
Seharusnya mahasiswa berada pada posisi yang rakus dan proaktif dalam membelah orang yang lemah. “Artinya sebenarnya kedatangan pemerintah provinsi papua pada tanggal 27-10-2020 tepat pada hari ini di asrama kamasan, Jln. Lanto DG. Pasewan di tolak, karena dilihat dengan situasi saat ini, “OTSUS”.
Kemarin tanggal 26-2020 dimana mantan tahanan korban rasisme Ambrosius Mulait Eks Tapol dapat diskriminasi oleh TNI/POLRI di Abepura tanpa bukti tindakan anarkis yang jelas.
Namun besoknya tanggal 27-10-2020 hari ini, katanya Matias Soo, mahasiswa semester 7, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih. Korban telah dilarikan di rumah sakit Dian Harapan Waena Jayapura,saat demonstran diwaena.
“Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua lewat rilisnya menyatakan selain penembakan, polisi juga menangkap 13 demonstran, yakni Apniel Doo, Doni Pekei, John F.Tebay, Yabet Lukas Degey, Meriko Kanak, Orgis Kanak, Charles Siep, Ones Sama, Yanias Mirin, Arkilaus Lokon, Kristianbus Degei, Laban Heluka, Ausilius Magai, Sumber Jubi”.
Kebanyakan mahasiswa papua terutama penghuni asrama kamasan cenderawasih makassar menerimah pemerintah provinsi papua tanpa persetujuan dari setiap organda sekota makassar.
Kedatangan mereka {pemerintah provinsi papua} mungkin sudah jelas bahwa mengambil data untuk merenovasi Asrama putra dan putri papua di kota studi makassar.
jadi pertanyaannya bahwa kenapa tak dilanjutkan pendataan yang pertama kali dilakukan oleh Bapak Kayame pada tahun 2015 dulu, karena yang pendataan sekarang adalah satu agenda dengan dulu bukan bedah agenda.?
Dan pertanyaan yang kedua adalah untuk membicarakan asrama putri dan putra papua ini layaknya adalah penghuni asrama kamasan IV Makassar..?
Berfikir logis dan efektif sesuai dengan tingkatan kami. Artinya untuk membicarakan hal semacam ini sebelumnya perlu inisiafit bersama kelancaran agendanya tapi terjadinya demikian maka apa dibalik itu?
Dalam hal itu saya sebagai salah satu mahasiswa aktif di kota studi makassar menegaskan kepada pengurus dan penghuni asrama kamasan cendrawassih IV makassar bahwa apa yang kalian lakukan pada hari ini 27-10-2020 adalah tak logis, artinya keuntungan sepihak,
“Dan uang RP. 20.000000 (uang dua puluh juta) yang kalian bagi adalah adalah darah dan dagin orang asli papua meninggal diatas tanah ini maka segera bertanggun jawa, Tegasnya”.
Namun ditegaskan lagi bahwa jangan dipirai manusia yang {munafik} di asrama papua kota studi makassar.
“Kalau senior atau siapapun dia yang selesai perkuliaannya, usahakan pulang ke tanah airnya karena kadang merusak situasi mahasiswa papua disetiap kota studi, Tegaskan lagi”.
Kami mahasiswa papua di makassar yang sudah sadar sangat keliruh atas kedatangannya pemerintah provinsi papua terutama kabak Humas karena sedikit lagi akan berakhir Otonomi Khusus (OTSUS) di papua dan papua barat.


Sebagai wartawan yang profesional, lain Kali muat berita setidaknnya anda harus
BalasHapustahu fokok masalahnya. Saya pikir data yang anda publikasikan itu tampa tahu menahu and a sedang jadi frofokator!
Ku tulis fakta aktual
BalasHapus