ANIMASI KNPB MAKASSAR OLEH ANTONIUS S.BOMAIBO

<< KNPB MAKASSAR >> << KNPB MAKASSAR >>

Akibat Penembakan TNI/POLRI Terhadap Yulianus Tebai, Rakyat Melakukan Demo Damai Di Bomomani Dogiyai, Papua Tengah

Posted by MAJALAH LAWAN MALAS.COM on Rabu, 15 Februari 2023

 

Fotografi Pada Saat Mau Masuk

Di Lapangan Kelardus Tigi

Di Bomomani West Papua.


Majalah Lawan Malas.Com Masyarakat Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar disingkat menjadi SIMAPITOWA pada umumnya rakyat Kabupaten Dogiyai melakukan demo damai atas Ditembaknya Yulianus Tebai beberapa bulan yang lalu, pada Sabtu (21/1/2023).

Demonstrasi damai ini dilakukan dari lapangan kelardus Tigi distrik Mapia lama Kabupaten Dogiyai, Papua tengah pada hari Rabu, tanggal 15/02/2023.

Dalam demo damai tersebut, sebagai kordinator lapangan Natalius Magai mengatakan dengan tegas bahwa sebelum dua Minggu kedepan segera hadirkan tiga pelaku penembakan terhadap Yulianus Tebai pada tanggal 21/1/2023 yang lalu. 

Lanjut Natalis Magai sebagai kordinator lapangan, bersama kami Masyarakat Mapia pada umumnya kabupaten Dogiyai mengatakan dengan tegas kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Dogiyai (DDPR) sebagai Tim Pansus, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Komisioner Komnas HAM Perwakilan Papua, Polres Kabupaten Dogiyai dan  POLDA Papua segera hadirkan tiga pelaku penembakan brutal dan sadis terhadap Yulianus Tebai pada 21/01/2023.

“Kalau Tim Pansus bersama beberapa lembaga hukum yang kami sebut diatas tak hadirkan tiga pelaku penembakan berarti inilah tuntutan kami: 

  1. Segera hadirkan tiga pelaku penembakan terhadap Yulianus Tebai sebagai anggota aktif Polisi Pamon Praja POL-PP Kabupaten Dogiyai. 

  2. Kalau tidak hadir tiga pelaku penembakan, maka saya akan tanamkan bendera Bintang Kejora dilapangan terbuka. 

  3. Tentukan tempat untuk kita perang antara rakyat sipil pake mapega dan TNI polisi pake alat negara “amunisi” secara terbuka dan transparan.

Mewakili seluruh kepala Desa 79 Kampung Emelianus Tigi Mengatakan bahwa apabila ada penembakan lagi di kabupaten Dogiyai berarti (kami) 79 Kampung siap menghadapi Negara. Karena kepala-kepala kampung, kepala Distrik, dan hamba-hamba Tuhan kami sakit, setiap hari hilang satu per satu. Masyarakat mati terus dari pada TNI/POLRI. Kami itu sedih,  Tegasnya.

Dilanjutkan lagi dengan perwakilan masyarakat dan sebagai orang tua mengatakan bahwa saya atas nama Pintitus Tebai dan POLRES  Kabupaten Dogiyai adalah orang tua. Namun anda adalah saksi dan pelaku lalu menyuruh anak buah untuk menembak mati anak saya bernama Yulianus Tebai secara brutal saat dia ke kebun. Karena dia adalah anggota aktif POL-PP kabupaten Dogiyai bukan binatang. Polres kabupaten Dogiyai harus tau itu, Tegasnya.

“ lanjut Tebai, saya sangat tidak terima hal semacam ini maka tiga tuntutan diatas harus mengrealisasikan sebelum kami mengambil tindakan. Kalau tidak realistis berarti kami siap eksekusi, Tegasnya Tebai saat orasi di lapangan Kelardus Tigi. 

Untuk itu, yang kami menegaskan diatas ini adalah isi hati seluruh masyarakat Mapia pada umumnya kabupaten Dogiyai baik itu dalam toko Pemerintah, toko Agama, Toko Adat, Toko Masyarakat, toko Intelektual, Toko Pemuda dan perempuan maka salah satu antara ketiga poin diatas harus berikan jawaban menyenangkan, Harapnya.



Penulis: Antonius Boma






Blog, Updated at: Februari 15, 2023

1 komentar: