Fotografi Bersama Dengan Natalius Pigai
Dan LBH Cabang Nabire Dilapangan
Gelardus Tigi Distrik Mapia
Kabupaten Dogiyai, Mapia 21/02/2023.
"A:B
Mapia Lawan Malas.com- Masyarakat bersama Tim Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Dogiyai dan beberapa elemen lainnya menerima dengan meriah Tn. Natalius Pigai Tibah di Bomomani distrik Mapia lama kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah pada hari Selasa 21 /02/2023.
Kedatangan Tn. Natalius Pigai adalah untuk meninvestigasi atas penembakan terhadap Yulianus Tebai, Pinsen Dogomo dan beberapa orang yang kena tembakan luka-luka berat pada beberapa hari yang lalu.
“Sebelum polres Dogiyai juga menembak Yulianus Tebai, Pinsen Dogomo dan beberapa orang lainnya, dia juga menembak mati Y. Pigai sebagai anggota bamuskan pada dua bulan yang lalu.
Perbedan antara Y. Pigai dan Yulianus Tebai sebagai Anggota aktif Polisi Pamong praja ( Pol-PP) besama Pinsen Dogomo adalah hanya dua bulan saja.
Natalius Magai sebagai kordinator lapangan mengatakan kedatangan saya bersama Masyarakat kabupaten Dogiyai, saya kasih Noken Ankrek ini didalamnya saya sudah isi aspirasi dan harapan masyarakat jadi tolong sampaikan kepada Petinggi Kapolri, jenderal TNI dan laporkan kepada Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) bahwa penembakan terhadap Yulianus Tebai dan Pinsen Dogomo adalah pelanggaran HAM berat karena terjadi peristiwa ini secara terukur, tersistematis, dan terencana, Harapnya.
“ Lanjut Natalis, Samuel Tatiratu sebagai Polres kabupaten Dogiyai menembak Mati Anak saya sebagai seorang Anggota polisi pamong praja POL-PP bernama Yulianus Tebai saat dia bersama Istrinya ke kebun, dan hari yang sama juga Pinsen Dogomo sebagai rakyat sipil kena tembakan lalu meninggal pada hari Minggu 19 /02/2023 oleh polres kabupaten Dogiyai pada tanggal 21/01/2023.
“Lanjut Natalis Magai, Jikalau dari polda Papua mengatakan bahwa saya sudah melantik polres baru di Kabupaten Dogiyai berarti kami sebagai rakyat kabupaten Dogiyai menolak dengan tegas TOLAK, TOPAK dan TOLAK. Kami harap Samuel Tatiratu yang datang untuk mengelesaikan insiden penembakan terhadap Yulianus Tebai dan Pinsen Dogomo dan ada beberapa orang yang terluka-luka pada 21/01/2023, Tegasnya.
Sebagai Orang Tua Korban Pintitus Tebai mengatakan bahwa bersama Bupati Kabupaten Dogiyai, Muspida, DPR dan seluruh komponen kami sudah melakukan Doa Rekonsilasi dan perdamaian pada hari Jumat tanggal 20/01/2023 supaya mengakhiri semua konplik di kabupaten Dogiyai namun penembakan terhadap Yulianus Tebai pada hari Sabtu 21/01/2023.
“Di TKP pertama, jelasnya Polres Dogiyai sudah ada karena saya dan Polres Dogiyai adalah orang tua di Kabupaten Dogiyai. Ketika peristiwa ini terjadi didepan saya, saya akan melarang anak-anak jangan baku tembak dan lain sebagainya tetapi Kapolres tak berfikir demikian maka pelaku penembakan terhadap Yulianus Tebai dan Pinsen Dogomo adalah Polres kabupaten Dogiyai itu sendiri., Tegas Pintitus Tebai saat orasinya didepan Natalius Pigai di lapangan Gelardus Tigi Bomomani kabupaten Dogiyai Papua Tengah, 21/02/2023.
Mewakili Toko masyarakat bernama Jermias Kegiye mengatakan hari yang sama, TKP pertama polres kabupaten Dogiyai adalah pelaku. Selama ini saya melihat kelakuannya polres kabupaten Dogiyai adalah lalat saja dia bunuh apa lagi manusia. Jadi kami meminta yang penakut lalat itu yang bawa kesini, supaya kami membunuh dia dengan aman nyaman dan tenteram. karena pelaku penembakan terhadap Yulianus Tebai dan Pinsen Dogomo adalah Polres kabupaten Dogiyai itu sendiri., Tegas Kegiye.
Mewakili Toko pemuda bernama Moses Pokuai mengatakan bahwa jika presiden dan petinggi negara tak kasih atau mencari keadilan atas insiden di Mapia ini berarti pilpres kabupaten Dogiyai tahun 2024 mendatang kami akan boikot, Tegasnya.
Waktu yang sama bernama Vitalis Tagi Sebagai sekertaris Kampung mengatakan bahwa Samuel Tatiratu sebagai Polres kabupaten Dogiyai lalu Suipin manusia bukan Suipin stenka, SIM, dan BPKB dan lain sebagainya. Hal ini baru terjadi atau saya baru lihat dengan sebelum-sebelumnya.
"Jadi kami sebagai rakyat kabupaten Dogiyai, mengatakan dengan tegas polres kabupaten Dogiyai adalah kanibalisme yang negara tugaskan di kabupaten Dogiyai, Tegas Tagi.
Waktu yang sama juga Kepala suku besar wilayah Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo dan Wanggar disingkat menjadi SIMAPITOWA, Vabianus Tebai mengatakan bahwa atas kelakuan negara terhadap Yulianus Tebai, Pinsen Dogomo dan seluruh rakyat West Papua maka sedikit lagi Papua akan lepas dari Negara Klonial Indonesia TKI di west Papua.
“Karena sifat dan karakter yang dimiliki oleh Polisi Resol Indonesia POLRES yang bertugas di kabupaten Dogiyai adalah tidak memanusiawi. Tegas Vabianus Tebai saat orasinya.
Akhir dari semua ini Tn. Natalius Pigai mengatakan saya akan kawal atas problem ini sesuai kemampuan yang saya miliki. Jadi Tim Pansus bersama keluarga korban jangan lupa memberikan surat kuasa terhadap Lembaga Bantuan Hukum "LBH" supaya mereka akan kawal sampai ditingkat regional, Nasional sampai internasional. Kata Tn. Natalius Pigai saat orasi di lapangan Gelardus Tigi distrik Mapia lama Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah.
Untuk itu, harapan dan isi hati yang kami sampaikan diatas ini jika tak menuruti berarti kami siap eksekusi satu Minggu kedepannya karena dulu perjanjian kami hanya dua Minggu, Tandasnya.
Penulis: Antonius Boma


0 komentar:
Posting Komentar