OPINI OLEH : Tua Gila Di Makassar.
MAKASSAR LAWAN MALAS.COM Saya pun termasuk generasi mudah yang saat ini baru pengesuaian dalam kehidupa manusia yang sebenarnya. Sepertinya, kemana saya harus pergi, apa yang saya harus lakukan saat ini, dan apa yang saya mengutamakan saat ini dan mana demi untuk saya sendiri, keluarga, rakyat, dan masa depan bangsa.
Selagi saya bingun dalam segalah hal sambil mengalisis sifat dan krakter generasi mudah saat ini, ternyata ada dua golongan.
Golongan yang pertama adalah generasi yang siap untuk kerja atau melakukan sesuatu, setelah barangnya ada, biarpun demi kepentingan sendiri apalagi orang lain.
“Dan golongan yang kedua, mereka siap untuk berusaha biarpun tidak ada barangnya. Karena
demi kehidupan selanjutnya dia sendiri bahkan demi orang lain.
Kedua golongan tersebut diatas, siapa dia yang ingin masuk ke golongan pertama dan kedua, kembali kepada setiap individualis. Cara memilihnya, dia sendiri akan terbentuk melalui tindakan kami sendiri dalam sehari-hari.
Disini saya menceritakan tentang kehidupan saya sejak saya SD sampai saat ini. Saya adalah seorang anak laki-laki dari enam (6) bersaudarah kawan.
Dalam keenam bersaudarah, terdapat empat (4) anak laki-laki dan perempuan dua (2). Untuk kami laki-lak, diatas saya ada satu (1) dan dibawa saya ada dua (2) menjadi empat.
Beberapa tahun kemudian, saya masuk sekolah di tingkat dasar atau pertama yaitu di SD Inpres Diyeugi Distrik Mapia Tengah Kabupaten Dogiyai.
Tujuh tahun kemudian saya pun ikut selesai dengan adik-adiknya saya lalu orang tua pernah mengatakan kepada saya untuk malam terakhir atau kata pelepasan dari dibawa gubuk Aya dan Ibuku hanya satu pesan ialah “Tindakan hari inilah yang akan menetukan kehidupan selanjutnya baik itu sendiri maupun keluargamu, Kata Orang tuaku”.
Waktu itu, Cuma dari saya hanya satu kata yakni: biar situasi bagaimana pun Bapa dan Ibu tunggu suara dari saya.
“Mama dan Bapa tidak perlu dengar uacapan dari orang lain, biarpun saya minta uang atau barang kepada Bapa dan Mama.
“Dan proses selanjutnya mama dan bapa jangan atur saya sepertinya, anak. anda harus begini, begitu dan lain sebagainya.
Setelah itu, kebanyakan yang saya mandiri dari tidak sejak selesainya SD sampai saat ini kawan-kawan. Saya minta uang kekeluarga saya hari ini kebawa hanya dua kali karena saya tau bahwa keluarga saya mendapatkan seribu (1000) rupiah pun memakan satu atau dua tahun kawan.
Kenapa saya menjelaskan riwayat hidupku saat saya kecil sampai saat ini...? saya menjelaskan karena kedua golongan diatas pun perlu memahami kehidupan orang tua kita disana.
Untuk itu, saya pun tidak akan lupa menegaskan kepada generasi mudah sekarang bahwa stop menindas orang tua kami masing-masing yang ada di kampung disana.
Sebab orang tua yang tidak baik itulah yang mereka relah berkorban demi diriku dan kawan-kawan, Tegasnya”.
Akhir kata dari saya dimana ada sumur bolelah kita berumpang mandi, jika umur yang panjang semoga kita berjumpa lagi kawan-kawan.
Penulis diatas ini adalah mahasiswa yang sedang analog dalam segalah element dan sedang menimbah ilmu di kota study makassar bernama Sumber Badaki Bomaibo Tua Gila Di Makassar.

0 komentar:
Posting Komentar