ANIMASI KNPB MAKASSAR OLEH ANTONIUS S.BOMAIBO

<< KNPB MAKASSAR >> << KNPB MAKASSAR >>

Mahasiswa Papua Kota Study Makassar Menolak Atas Kedatangan Otsus Jilid II Dan Segera Gelar Referendum Di Papua Barat.

Posted by MAJALAH LAWAN MALAS.COM on Jumat, 25 September 2020

 

Situasi sepresif oleh ormas dibawa tekanan

Militer klonial indonesia di makassar

pada, Jumat, 25/09/2020

MAKASSAR LAWAN MALAS COM-Ratusan mahasiswa papua kota study makassar yang tergambung dalam forum solidaritas peduli rakyat papua FSP-RP menggelar aksi dengan tegas tolak otonomi khusus {OTSUS} jilid II dan segera Gelar Referendum Di Papua Barat sebagai solusi demokratis, makassar 25/09/2020.

Aksi tersebut jadikan titik kumpulnya sesuai kesepakatan beberapa hari yang lalu yaitu di asrama kamasan  cenderawasih IV Makassar Jln. Lanto DG. Pasewan, namun tempat sasarannya dimonumen mandala atau sering dikenal dengan sebutan nama “Tempat Pembebasan Irian Barat”.

Sebelum kami melanjutkan aksi, tanggal 24-25 malam sekitar jam 20 :00 saat kami siapkan petaka-petaka dari asrama kamasan IV, ada tiga orang intel yang berpakaian pereman  datang untuk manawar kami “eee , kata mereka,  kalian jangan aksi besok karena dilihat dengan ada beberapa hal:

“Kami menolak karena, lanjut mereka, yang pertama diseluruh indonesia semakin meningkat penangkapan orang yang selalu melawan konstitusi  negara.

“Yang kedua isu semakin naik, “kata mereka” lalu kami bertanya-tanya dalam psikologi kami bahwa isu yang semakin naik ini isu apa begitu maka inisistif kami pada waktu itu, jangan sampe isu papua yang naik jadi kami harus turun jalan.

Alasan ketiga yang mereka ambil oleh intel yang berpakaian pereman pada tadi malam adalah melihat dengan covid 19, jadi adik-adik jangan aksi karena virus korona bukan semakin menurun tapi semakin naik saat ini, kata mereka waktu itu.

“Maka kesepakatan kami dalam aksi kami perlu ikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah kemi kenyamanan kita bersama.

Lalu tanggal 25 pada jam 09 kami turun jalan dari asrama kamasan menuju ke monumen mandala lalu ormas reaksioner dan militer klonial indonesia menghadang kami tak jauh dari asrama sekitar 1 kilo meter.

Waktu direpresif oleh ormas dibawa tekanan TNI,POLRI terhadap mahasiswa papua lalu mahasiswa papua kena pukulan yaitu:

1.    MP (21 Thn) : Luka bagian pelipis Mata kanan dan bagian siku kiri biru.

2.    AB. (22 Thn) Luka di bagian tangan kiri bagian ibu jari.

3.    BN (19 Thn) : Tangan bengkak, luka di bagian jari manis, dan baju robek. HP Oppo

4.    Yelfin (18 Thn) : Goresan samping kanan wajah

5.    PB (22 Thn ) : Lecet goresan bagian Leher

6.    WK (20 Thn) : Terjadi pelecehan di bagian payudara disentuh dan ditarik (Perempuan)

7.    AG (20 Thn) : Luka di bawah mata kanan dan luka bagian telinga kanan. Barang yang diambil, HP Oppo, Topi BK, Sendal.

8.    DW (20 Thn) : Terjadi pelecehan dibagian payudara

9.    I (22 Thn) : Luka Goresan disamping leher kiri

10.     Mandela (25 tahun) : terkena lemparan batu kaki sebelah kiri dari arah belakang.

 

Selain kena pukulan  oleh ormas dan TNI/PORLI ke mahasiswa papua kota study makassar, mereka juga didorong dengan keras sambil pukulan tapi kami bertahan sampe  sekitar 1 Jam

Waktu itu kedatangan  dengan berjumlah banyak TNI/POLRI dan ORMAS untuk menhadang kami masa aksi yaitu:

1.    Polisi 43 Orang.

2.    Brimob 23 Orang.

3.    Intel Berpakaian Preman 25 Orang.

4.    ORMAS 27 Orang.

5.    TNI 4 Orang dan

6.    jumlah Kendaraan, Mobil Dalmas Sedan 4 Mobil dan Motor Brimob 17 Motor.

Untuk itu kami mengatak dengan bahwa hanya menolak otsus jilid II dilihat dari jiliI, tapi kalian menghadang terus berarti penyakuan itu lebih penting dari pada yang lain karena kami sudah merdeka sejak tahun 1 Desember 1961, Tegasnya.

“ Dan dilihat dari tindakannya negara kesatuan republika indonesa bahwa jika kalian menghadang terus ruang demokrasi oleh mahasiswa papua berarti segera revisi undang-undang republik indonesia karena sangat memalukan tindahkannya.

“kenapa kami mahasiswa papua kota study makassar mengatakan dengan tegas lagi bahwa UUD-RI harus direvisi kemabli, karena kami lakukan sesuai dengan apa yang dimuat dalam undang-undang tersebut, sepertinya setiap orang berhak menyampaikan pendapat dimuka umum tapi kan selalu dihadang.

Kami bahasiswa papua berdemonstran pun dilindungi undang-undang tapi direpresif terus oleh ormas dibawa tekanan militer berarti UUD Republik Indonesia  Tajam bagi bangsa papua barat dan Tumpul bagi penguasa klonial indonesia.

Akhir kata dari kami mahasiswa papua kota stusy makassar bahwa mahasiswa papua dan rakyat papua diam setelah berikan penentuan nasib sendiri bagi bangsa papua barat sebagai solusi demokratis, Pungkasnya. 

 

Oleh Humas aksi. Tua Gila Di Makassar.

Blog, Updated at: September 25, 2020

3 komentar: