Ilustrasi Yang Dimuat Dalam Media
Onlineneuwspenainvestigasi
Oleh : Antonius Boma
MAKASSAER LAWAN MALAS.COM-Pemekaran kabupaten mapia raya bisa jadikan komplik horisontal bagi mahasiswa kabupaten Dogiyai dan para elit politik Kabupaten Dogiyai lebih khususnya wilaya Mapia.
Karena kita lihat melalui akal yang sehat di wilaya dua kabupaten Dogiyai “Mapia”dengan teliti , sangat tidak memungkinkan karenakan letak geografisnya tidak luas, apa lagi sumber daya manusia dan sumber daya alamnya.
Kenapa kami mahasiswa Kabupapten Dogiyai seluruh indonesia mengatakan dengan tegas, jangan dulu DOB “MAPIHA RAYA” tapi coba perhatikan SDM dulu, karena kami meresa orang yang berperndidikan sanagat tak memungkinkan demi kesiapannya.
Jika ingin mekarkan sebuah Daerah Otonomi Baru berarti perlu siapkan beberapa persyaratan yaitu sebagai berikut:
1. Guru” SD,SMP,SMA berapa orang.?
2. Kesehatan”
a. Kebidanan,
b. keperawatan,
c. analis,
d. farmasi dll.
· Kedokteran
a. Kedokteran Gigi.
b. Kedokteran Umum
c. Kedokteran Hewan
d. Dll
3. Pemerintahan yang berbagai Bidannya..?
4. Pada umumnya Teknik?
5. Sumber Daya Alam SDA
6. Letak Geografis
7. Jarak Distrik antara distrik
8. Jumlah KK
9. Potensi Daerah
10. Dll....!
Bukan diatas itu saja yang perlu siapkan melainkan kami banyak yang belum dijelaskan jadi apa itu sudah memenuhi syarat untuk hadirkan daerah otonomi baru..?
“Kalau tidak, kami mahasiswa mengatakan dengan tegas bahwa rakyat tota mapiha adalah buka sebuah benda jadi jangan jadikan tempat bisnis oleh Eksekutif dan legislatif Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Mapia raya yang mereka “elit politik ” berjuangkan ini sangat tak masuk akal. atau yang pernah disapaikan lewat media onlineneuwspenainvestigasi adalah sebuah kebohonhongan publik, demi kepentingan perutnya, itu fakatanya.
Apa yang dijelaskan oleh Yusak Tebai selaku DPRD Kabupaten Dogiyai yang didorong oleh rakyat mapia mengatakan melalui telepon seluler kepada media onlineneuwspenainvestigasi, kami mahasiswa Kabupaten Dogiyai mengatakan dengan tegas bahwa tipu asias (HOAX).
Dan apa yang dilakukan oleh tim pansus Daerah Otonomi Baru kami mahasiswa bisa bisa diibaratkan “ jual rakyat dengan mudah” demi kepentingan uang dan jabatan.
Kenapa kami mengatakan demikian “jangan jual rakyat dengan mudah” karena kabupaten adalah jalan masuk kapitalis, klonialis, militeris serta impralis demi menguasai seluruh pelosok wilaya kecil mapia ini, pada umumnya telitori west papua.
Jika wilaya mapia ingin mekarkan kabupaten baru (DOB) berarti mau kemanakah rakyat mapia yang jadikan anda DPRD Kabupaten Dogiyai ini, Menanyakannya”.
Untuk itu, akhir kata dari kami mahasiswa bahwa Dewan Perwakilan Rakyat DPRD Kabupaten Dogiyai adalah wakil rakyat bukan menjual rakyat dengan berita kebohongan (HOAX), Tegasnya.


0 komentar:
Posting Komentar