Home »
» DARI NEGARA SENDIRI, MENGHANCURKAN ASETNYA SENDIR (MAHASISWA/I) BERARTI BERIKAN PENENTUAN NASIB SENDIRI BAGI WEST PAP
Fotografi Pada Saat
Meninggalkan Kota Klonial
KM/OPPO
MAKASSAR LAWAN MALAS.COM Atas problem ras dan etnis yang pernah
disampaikan kepada kaum bangsa papua barat terutama "MAHASISWA" tapi
kalau anda tidak pulang ke tanah airnya sendiri "PAPUA", berarti anda
sendirilah yang memperpanjangkan penentuan nasib sendiri bagi bangsa yang
ditindas klonial Indonesia dari sejak 1961 sampai 2019 ini.
Pada kali ini khusus pribadi saya, saya sangat kecewa atas
rasial ini. Karena klonial indonesia menyampaikan kata rasis kepada mahasiswa
papua terutama kota study Surabaya, Malang, Semarang dan Makassar ini sangat
tidak efektif dan efisien.
Sebab saat mereka sampaikan itu tepat pada bulan dan tanggal
kemerdekaan indonesia. Namun bagaimana menurutmu dalam hal itu? Jelasnya kaum
sebagai bangsa papua barat tidak terima kawan.
Coba kawan melihat realita yang sedang terjadi saat ini! Para
elit politik papua dan klonial indonesia mereka mulai dialok publik itu mereka
hanya membunuh psikologis kami mahasiswa papua dan rakyat papua barat.
Jelasnya kan dari dulu sampai saat ini terkadang dialogis dimana
ada problematik bangsa indonesia terhadap kami bangsa papua barat.
Tetapi tidak pernah mengaplikasikan dilapangan sesuai dengan apa
yang mereka sepakat saat dialok.
Dialok tidak ada keuntungan dan prikeadilannya serta
perikemanusiaan atas bangsa papua barat, itulah jelasnya.
Untuk itu, saya perlu sampaikan kepada seluruh bangsa west papua
bahwa kawan-kawan jangan PIDATO banyak di media sosial atas dialok yang
diadakan oleh klonialisme indonesia dan elik politik klonial yang ada diatas
tanah papua tentang problem ini "rasisme".
Meningatkan: Kemerdekaan suatu bangsa dari tangan klonial dan
kapitalisme, bukan ditangan PEMERINTAH dan PBB kawan-kawan. Kemerdekaan suatu
bangsa ada ditangan kaum Aktivis, Mahasiswa, serta rakyat.
" Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota itu kaki tangan
klonial indonesia. PBB, untuk membicarakan masalah tersebut dan mengesahkan
suatu masalah.
Maka kawan-kawan marilah kita berfikir kritis dan inisiatif
bersama untuk pulang ke tanah airnya sendiri "PAPUA BARAT", demi
menuju kemerdekaan Papua Barat secara demokratis.
Tunggu respons dari PEMDA provinsi papua dan papua barat untuk
mahasiswa papua pulang dan tidak adalah mimpi siang bolong kawan-kawan.
Pemerintah provinsi papua dan papua barat akan datang hanya
mereka bilang "anak-anak, kalian kuliah saja.
’Nanti masalah berikutnya baru kami suruh pulang, lalu kami akan
minta referendum", mungkin".
Sebagai solusi dari saya, marilah kawan-kawan mahasiswa papua
yang kuliah diluar papua bersama-sama kami pulang ke tanah airnya
sendiri.
Sebab anda tinggal di kota studinya sendiri maka mereka akan senang
karena namanya mahasiswa adalah aset regionalis dan Nasionalisme!
"Kalau anda pulang maka akan ada manivertasi-manivertasi
dari negara klonialisme indonesia kawan-kawan.
Setelah itu baru akan menyusul ruang bergerak untuk rakyat
bersama alam bebas dari segala bentuk penindasannya.
solusinya adalah mahasiswa papua pulang ke papua demi menuju
kemerdekaan papua barat sebagai solusi demokratis.


0 komentar:
Posting Komentar