Fotografi Oleh Y. Waine.
Oleh : Antonius Boma
MAKASSAR LAWAN MALAS.COM
Suatu hari ku duduk di suatu tempat yg begitu besar indah Alamnya. Angin segar
pun sedang bertiup di sekeliling ku sambil terangkat-angkat daun kering, namun
daun masak pun sedang berjatuhan disamping kiri dan kanan saya dari pohonnya.
Waktu itu, ku mengalisis hanya 2 hal yakni:1. Hati dan pikiranku menyerahkan kepada
Tuhan karena ciptaannya.2. Tindakan mahasiswa terhadap pemerintah provinsi
Papua serta seluruh kabupaten/kota setanah Papua dalam hal tindakannya.
Yang pertama, kenapa waktu itu
hatiku terangkat dan kepalaku tertunduk kepada tuhan..? Saat itu apa ku
memikirkan hanya tahu tuhan dengan saya sendiri.
"Ia, cobalah kawan kawan
silakan seorang diri di suatu tempat lalu analisis alam semestanya. Disitulah
dirimu akan menyusul kebahagiaan dalam universitas kehidupan yang sebenarnya,
jelasnya bahwa TUHAN Pasti ada.
Manun untuk mahasiswa papua dari
sorong sampai samarai bahwa kenapa takut kritik kepada pemerintah provinsi
Papua dan kabupaten/kota setanah papua, seketika mereka salah melakukan
sesuatu, arti lain saat mereka korupsi Hak-Hak rakyatku.
“Jika benar-benar kami sebagai
mahasiswa, perlu berpikir universalitas, rakus dan dinamis."kebanyakan mahasiswa saat
ini jadi apatis selagi pemerintah memainkan rakyat dan kapitalisme
menghancurkan kehidupan rakyat Papua dalam ekonomis.
“Dalam hal itu dinamika
kehidupan manusia terutama rakyat, mahasiswa perlu berdiskusi lalu demonstrasi
hanya menuntut bubarkan kapitalis dari tanah papua.
Coba lihat kehidupan rakyat
papua saat ini kawan-kawan. Sayang rakyatku dan rakyatmu papua barat dalam
kehidupan saat ini keatas. Karena selagi klonial Indonesia menghancurkan
kehidupan rakyat, kapitalisme polos masuk ke tanah papua.
"Lalu siapa yang layak
memutuskan jalan masuk kapitalisme. Dia yang berhak memutuskan jalannya adalah
pemerintah provinsi Papua dan kabupaten/kota tetapi kalau realita saat ini
pemerintah memihak mereka. Lalu tindakan mahasiswa terhadap pemerintah seperti
apa...?
Nah, mahasiswa/i bisa dibilang
bahwa biarkan pemerintah artinya jangan kritik kepada pemerintah lalu siapkan
diri demi merai ke posisinya mereka.
"Mahasiswa siapa dia yang
kontributor kata-kata demikian, saya bisa sebut mereka adalah mahasiswa ilegal
dan egoisme. Dan dia akan bertanggung jawab besar di pengadilan terakhir.
"Atas hasil keringat yg
pernah dikorbangkan demi kaum Mahasiswa yg keluar masuk sendirian atau belum
memilik "con politicon-nya".
Untuk itu bubarkan kapitalisme
AS. pada umumnya asing yang ada di Papua Barat. Berbicara kebenaran dan
keadilan, jangan pantang menyerah atau mudur kawan.
“Karena orang yang punya
kebenaran dan prikeadilan pun akan memihak kepada orang yang berbicara tentang
kebenaran.
Waspadanya, orang yang berbicara
kebenaran pastilah dia miskin dari pada orang biasa-biasakan dalam semua
tindakan nyata. Cobalah kawan memilih dari sekarang untuk memilih kehidupan
selanjutnya.
(MAU MISKIN ATAU KAYA)...?

0 komentar:
Posting Komentar