Fotograsi Oleh A. Bomaibo Saat Mengajuhkan
Beberapa Agenda Di Kantor DPR Provinsi
Sulawesi Selatan Pada Hari Ini,Senin, 09/03/2020
(Camerament OPPO)
MAKASSAR LAWAN MALAS.COM Aksi
solidaritas untuk memperingati hari perempuan sedunia, ada beberapa Organisasi
di makasssar turun jalan di Flay Over di kota study makassar pada, Senin 09
Maret 2020.
Aksi bersolidaritas ini titik kumpulnya di flay Over tepat
pada jam 09:00 lalu titik aksinya di kantor DPR Provinsi Sulawesi Selatan dan
akan selesai pada jam 13: 00 wit.
Organisasi yang bersolidaritas pada hari atas adabeberapa
organisasi yakni: SP. Angin Mammiri, KPA sul-sel, lapar lusl-sel, Oase Intim,
Yasmib sulbar, LBH Makassar, Wallhi sul-sel, Komite sahkan RUU PKS, Global
Inklusi perlindungan anak AIDS (GIPA), Komonitas sehsti Makassar (KSM),
Komunitas Marginal (KOMUNAL) Srikandi, Juru parkir Makassar (SJPM), Gabungan
serikat Buru nusatara (GSBN), Yayasan Lembaga konsument (YLK)sul-sel, PMII
Rayon FAI UNM, PEMBEBASAN.PMII Gowa, PMII Sul-sel, PMII Rayon UIN, Organisasi
perubahan sosial indonesia OPSI, Fosis, KSPB, KPI cabang makassar, HIMA
SOSIOLOGI FIS UNM, KPRM Makassar, FSKSDAA Seruan Perempuan Jalim Harmani
sul-sel, Dara lintas Iman, FMK Makassar, KSPB, APM, Aliansi Mahasiswa papua AMP
komite kota makassar, FPPI,PBHI, YASMID Sulawesi, Lapar PPMI DK Makassar.
Setelah kami tibah di kator DPR sel-sel, penanggun Jawab
membentukan kami setiap organda dua-dua orang untuk mengikuti persidangan di
ruang rapat DPR SUL-SEL..
Mewakili mahasiswa papua Kami ada dua orang yaitu, Tuan Y. Tagi dan A. Bomaibo. Lalu DPR
provinsi Sulawesi Selataan minta pendapat dari setiap organda lalu kawan-kawan
dari organda lain mengajukan ada beberapa penindasan perempuan dan rakyat
sul-sel di sulawesi selatan.
Namun waktu itu Tuan Y. Tagi mengatakan dengan tegas kepada
DPRD Provinsi sulawesi selatan bahwa saya rasa saat ini momet yang pas untuk
saya dan kawan saya maka pemerintah republik Indonesia segera tarik kembali
TNI/POLRI adadi NDUGA pada umumnya di bangsa west papua.
Karena TNI/POLRI yang ada di papua sangat mereka tidak tau
tentang namanya kemanusiaan.rakaytku di unduga dibunuh, diperkosa, dianiayaya
oleh mereka tampa alasan yang jelasnya, Tegasnya.
Lanjut Tagi, dan DPRD sulawesi Selatan harus bertanggu Jawab
atas kepungan asrama putri papua pada tahun 2014, yang sampai saat orang jawa
dan makassar jadikan tempat latihan tempat persilatan itu.
Dan depan asrama papua Jln. Dg. Lanto Daen Pasewan TNI/PORLI
jadikan rumah pribadi itu segerah dibubarkan karena saya rasa itu mengganggu
psikologi mahassiswa di makassar, Tuturnya,
Sebagai tuntutan kami pada aksi hari perempuan sedunia
bahwa:
1. Menolak
semua regulasi yang buakan pro terhadap masyarakat khususnya perempuan
diantaranya: RUU Omnibus Law, RUU Ketahana keluarga, RUU Pertahanan, RUU
Minerba dan lain-lain.
2. Segera
mengasahkan rangsangan UU perhapusan kekerasan seksualitas serta RUU kesetaraan
dan keadilan cender.
3. Menghentikan
seluruh aktifitas reklamasi pantai dikota makassar untuk membangun pelabuhan
kota makassar New port dan CPI yang merampas ruang kelola nelayan tradisional
dan perempuan pesisir.
4. Segerah
membahas dan mengubah pelaturan daerah yang melindungi, menghormati dan
memenuhi hak perempuan buruh migran di sulawesi selatan.
5. Wujubkan
reforma agraria sejati yang adil cender
sebagai solusi komplik agraria yang
struktural, kronis dan berdampak luas.
6. Menegecam
segalah bentuk pembungkaman hak
brekpresi didalam kampus yang bertentangan dengan amanat kontitusi
Negara dan mandat yang tertuang didalam dekralasi umum (DUHAM)
7. Mencabut
perda yang diskriminatif terhadap LGGBT dibeberapa kabupaten/kota di sulawesi
selatan.
8. Menghentikan
kekerasan yang dilakukan oleh TNI/POLRI terhadap orang PAPUA di Nduga dan Intan
Jaya Papua.
9. Mendesan
peperintah dan mengajak semua orang untuk menghentikan segala ujaran kebencian,
diskriminasi dan kekerasan berdassrkan suku, agama, budaya, orientasi seksual,
identitas dan eskpresi cender.
10. Hentikan
diskrimisi terhadap aktivis pro terhadap rakyat.
11. Mengecam
keras semua orientasi aksi berupa tindakan kekerasan pemaksaan yang dilakukan
kepada pemeluk agama apapun dan kelompok orientasi lainnya.
12. Tidak
mempekerjakan buruh hamil dimalam hari dan lakukan pemeriksaan atas banyaknya
buruh hamil yang keguguran, serta mendukun pemogokan buruh es-krim AICE-PT.
Alpen Food industri.
13. Menolak kebijakan mentri pendidikan dan kebudayaan
tentang kampus merdeka.
14. Mendesak
pemerintah dan atau pihak kampus untuk segerah
mengeluarkan SK tentang
penanggulan dan pencegahan kasus kekerasan seksual di kampus atau university
kota makassar dengan mengacu pada surat keputusan Dirjen pendidikan Islam Nomor
5495 tahun 2019 tentang pedoman dan pencegahan dan penanggulangan kekerasan
seksual pada perguruan tinggi keagaam.
15. Mengecam
dan menolak tindakan penangkapan terhadap pekerja seks di kota makassar dan
mendesak pemerintah untuk segerah memberikan pelindungan dan pemberdayaan.
Itulah pernyataan sikap yang kami bikin pada saat kasi hari
perempuan sedunia di kota study makassar.


0 komentar:
Posting Komentar