ANIMASI KNPB MAKASSAR OLEH ANTONIUS S.BOMAIBO

<< KNPB MAKASSAR >> << KNPB MAKASSAR >>

Puluhan Mahasiswa Papua Di Makassar Kajian Tentang Beberapa Agenda Penolakan

Posted by MAJALAH LAWAN MALAS.COM on Jumat, 18 September 2020

 

"Suasana Diskusi Berlanjut.

Doc. Humas Kamasan.

Oleh : Tua Gila Di Makassar.

MAKASSAR LAWAN MALAS.COM Puluhan mahasiswa papua kota study makassar diskusi lepas dari halaman asrama kamasan cenderawasih  IV makassar, jalan Lanto DG. Pasewan, jumat 18/09/2020.

Diskusi tersebut digelar lansung diarahkan oleh bidang Pendidikan kamasan, Ones M dan Mintranya berdasarkan beberapa poin/agenda.

Ada pun agenda yang mereka bahas dalam diskusinya bawah mereka juga menolak dengan tegas: 1 pengiriman TNI/POLRI ke papua begitu banyak jumlahnya. 2. Rencana Membuka 5 Provinsi di papua. 3. Penolakan Otonomi Khusus (OTSUS JILID II).

Dalam pembahasan ketiga agenda diatas mereka juga menjelaskan apa asal-usul dan sebab akibat yang biasa terjadi dalam kehidupan rakyat papua dari sorong ke samarai.

Mereka juga pernah sampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia mengatakan lewar media online CCN bahawa kami mengirim pasukan ke papua dengan bertujuan untuk mengamankan pembanungan dan otonomi jilid II.

“Mahasiswa menggapi bahwa dalam hal itu perlu dijelaskan secara detail tentang kata “mengamankan” itu. Apakah daerah papua itu selalu perang maka kalian mengankan...?

“papua selalu aman ko, anda bilang mengamankan”.sebagai seorang kepala Negara harus berjiwa universal atau netral dalam hal apapun, demi menjaga nama baik sebagai kepala Negara dan untuk Negara, Kata mereka saat itu.

Yang kedua adalah tak ada keuntungan bagi rakyat untuk Daerah Otonomi baruh DOB ditingkat desa sampai ditingkat provinsi, terutama kabupaten dan provinsi seluruh tanah west papua.

Karena, menurut mereka, melihat dengan realitas bahwa pemekaran adalah sebuah penindasan halus yang dimainkan oleh pusat melalui elit lokal.

Untuk itu, kami hadir kalih ini dengan tegas, jangan memamfaatkan kesempitan dalam kesempatan, hanya kepentingan perut.tapi perlu ingat kehidupan anak cucu 7 generasih kedepannya.

Sebab, kata mereka,  kami tahu bahwa pemekaran hadir, demi merusak kehidupan rakyat secara sistematis dan terustruktur, Tegas mereka saat diskusi berlansung.

Yang ke tiga tentang OTSUS.  Peresiden RI pada umumnya pemerintah pusat memamfaatkan sekelompok elit politik lokal untuk rakyat papua, memaksa menutujui otonomi jilid II dilanjutkan.

Berdasarkan modus yang dipake oleh Peresiden RI melalui elit politik lokal di papua, puluhan mahasiswa papua di makassar menanggapi dengan tegas bahwa yang mereka lakukan adalah sangat tidak logis.

“Artinya, yang mereka lakukan ini sangat aneh karena semua tindahkan dibawa tekanan militer klonial indonesia, Faktanya.

Yang mereka lakukan “kata mereka” jika semua aspek dibawah tekanan militer berarti kenapa tak ada pengakuan dari Negara untuk pembebasan papua barat.

Untuk itu, Mahasiswa Papua di makassar manifertasihkan bahwa pengiriman TNI/POLRI berlebihan diatas tanah papua dengan tujuan  yang tidak efektif  itu apakah kalian lawan negara...?

“Peresiden republik indonesia perlu memahami dalam hal itu.  Karena engkau (Ir. Joko Widodo) belum menyelesaikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di papua sepertinya Paniai Berdarah, Biak Berdarah, Dogiyai Berdarah, Wamena Berdarah, Nduga Berdarah, Intan Jaya Berdarah dan lain sebagainya, Tegasnya.

Untuk itu, alangkah baik papua lepas dari klonial indonesia karena kami hidup aman setelah tong bebas dari kaum klonial dan kapitalis regional, nasional bahkan internasional.

Maka marilah rakyat bersatu untuk melawan segalah bentuk penindasan demi menuju kemerdekaan papua barat sebagai solusi demokratis, Pungkasnya.

 

 

Blog, Updated at: September 18, 2020

2 komentar: