Oleh : Akuliam M. Magai
MAKASSAR LAWAN MALAS.COM Salah satu mahasiswa aktif yang belasar dari Kabupaten Dogiyai Wilaya Mapiha Akulian Magai sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Tim Pansus Kabupaten Mapiha Raya. Hal itu dia mengatakan dengan tegas lewat akun facebooknya, makassar 17-09-2020.
Mengapa saya berani mengatakan demikian, karena fakta sudah membuktikan bahwa cara" virus corona menuju pada menghabis- habisan nyawa manusia di seluruh dunia.
“Tapi Tim Pansus Kabupaten Mapiha Raya bermaksud dalam rahasia, harus dihabiskan masyarakat mapiha dan Alam Mapiha yang sisa dari tersisa ini.
Bahkan lanjut Magai, kami mahasiswa ipmado Dogiyai seluruh indonesia sudah tahu bahwa lahirkan pemekaran provinsi atau kabupaten ujungnya di suatu daerah ingin dihancurkan seluruh isi bumi dan nyawa manusia di daerah itu.
Namun kami sebagai rakyat papua sudah tauh, apa lagi kami yang dari wilaya mapiha besar bahwa semua seendi-sendi kehidupan sebenarnya sudah teratur.
Artinya tak boleh dulu untuk pemekaran Kabupaten apupun Provinsi karenakan dilihat dari kehidupan tete nene moyang dulu.
Tete Nene moyang dulu punya kuburan itu diamana saja bisa, tidak seperti kami sekarang. Sekarang hanya satu tempat melainkan dulu di pohon, gowa, rumput, dan lain sebagainya.
“Jadi pemekaran hadir ujungnya untuk mau merusak/menghancurkan tempat tinggal mereka jadi seandanya mereka merontak apa yang anda mau jawb.?
Maka dengan itu, kepada Tim Pengurus Kabupaten Mapiha Raya, saya beritaukan kalian bahwa mitra kalian sudah mulai redah, maka kalianpun mencobah rendakan diri.
Artinya bahwa jangan berjuang untuk suatu hal yang berugikan bagi semua elemen di wilaya simapitowa lebih enak dari pada berjuang demi merusak kehidupanmu, Pungkasnya.

0 komentar:
Posting Komentar