Majalah LawanMalas.com Aksi dimulai dari massa aksi berkumpul di setiap asrama yang sudah ditentukan:
1. Masa dari Wamena, Tolikara, Yahukimo, Mamberamo Tengah, dan Yalimo akan berkumpul di Asrama Yalimo, Makasar.
2. Masa dari Puncak Jaya, Puncak Papua, Lanny Jaya, Nduga dan Timika akan berkumpul di Asrama Timika.
3. Masa dari Paniai, Dogiai, Deiyai, Intan Jaya akan berkumpul di Asrama Intan Jaya.
Kemudian massa bergerak dari titik kumpul ke titik aksi pada pukul 09:00 WITA ke Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat.
Masa aksi tiba di titik aksi tepat pukul 09:49 kemudian aksi dimulai tepat pukul 10:00 WITA dan aksi dimulai. Dan setelah aksi berlangsung kurang lebih 30 menit, massa aksi didatangi Ormas reaksioner dan langsung menarik tali komando hingga putus. Ormas berusaha merampas spanduk dari masa aksi hingga puncaknya sempat terjadi dorong-mendorong antara masa aksi dan Ormas.
Ada sempat terjadi perampasan perangkat aksi seperti megaphone dan topi milik masa aksi oleh Ormas tersebut sehingga beberapa massa aksi dengan sukarela memberikan topi yang mereka kenakan kepada Ormas tersebut.
Tepat pukul 10:42 WITA massa aksi di paksa mundul oleh Ormas dan juga aparat Kepolisian untuk kembali ke Asrama Putra Papua Kamasan IV Makassar dan aparat Kepolisian mempersiapkan 1 unit mobil Dalmas untuk mengantar masa ke Asrama Papua.
Pukul 11:02 WITA massa aksi diantar oleh aparat Kepolisian menggunakan 1 mobil Dalmas dan dikawal dengan 1 mobil Strada Hilux hingga tiba di Asrama Papua pulul 11:09 WITA.
Kemudian setelah tiba di depan Asrama Papua, massa menuntut kepada pihak kepolisian untuk segera mengembalikan seluruh barang-barang yang di rampas oleh Ormas. Jika tidak maka massa akan menduduki dan melakukan aksi di depan Asrama Papua hingga malam ataupun esok.
Kemudian sementara negosiator sedang negosiasi dengan salah satu aparat Kepolisian 1 orang Ormas datang dan mencoba provokasi massa aksi hingga puncaknya terjadi pengejaran oleh massa aksi terhadap Ormas tersebut dan di amankan oleh aparat Kepolisian yang ada di tempat.
Dan aksipun berlanjut dibawah pimpinan Korlap dan Wakorlap sambil menunggu respon dari pihak aparat kepolisian untuk mengembalikan barang-barang massa aksi yang di rampas oleh Ormas reaksioner Makasar.
Pada pukul 12:49 WITA massa mulai terprovokasi dengan tindakan aparat Kepolisian yang hanya duduk di pinggiran jalan tanpa melaksanakan tugasnya sebagai keamanan untuk menjaga ketertiban saat aksi berlangsung. Karena saat aksi berlangsung massa merasa terganggu dengan motor yang melintasi area massa aksi saat aksi sedang berlangsung. Hingga puncaknya salah satu massa aksi melempar batu ke arah aparat Kepolisian yang sedang duduk disitu. Dan massa aksipun sudah tidak terkontrol lagi sehingga terjadi aksi saling lempar batu antar massa aksi dengan aparat Kepolisian dan juga Ormas reaksioner.
Aparat Kepolisian menembakan gas air mata kepada massa aksi di depan Asrama Papua juga ke dalam asrama yang mengakibatkan ganguan pernapasan terhadap beberapa masa aksi yakni:
1. Novita Telenggen
2. Anteks Tekege
3. Daesman Wenda
4. Rotalina gwijangge
5. Kolepian Numan
Dan juga ada beberapa massa aksi yang terkena lemparan batu sehingga mengakibatkan luka bocor di kepala, yakni:
1. Desman Wenda
2. Narelak Lilbib
Setlah sempat keos dengan Ormas dan aparat Kepolisian, massa aksi semua di evakuasi ke dalam Asrama Papua tepat pukul 13:04 WITA. Dan Korlap mulai mengecek setiap massa aksi.
Setelah itu tepat pukul 15:03 WITA negosiator dan Korlap bersama beberapa massa aksi melakukan negosiasi kepada aparat Kepolisian karena masa aksi sudah aman dan terkendali sehingga aparat Kepolisian boleh mundur beberapa langkah dari Asrama Papua. Aparat kepolisian juga turut memberikan beberapa tanggapan terkait dengan keamanan masa aksi yakni:
1. Jika ada yang ingin keluar untuk pulang dan berbelanja maka kami menjamin keamanan massa aksi.
2. Aparat Kepolisian juga turut mengindahkan masukan dari negosiator karena mereka bersedia untuk mundur beberapa langkah.
Setelah negosiasi kemudian negosiator, Korlap, dan masa aksi kembali ke asrama Papua dan massa tetap ada di Asrama Papua hingga saat ini.
Berikut barang-barang yang diambil Ormas reaksioner Makasar:
1. Tas Toraja
2. Uang 500
3. Jaket besar
4. Kunci lemari
5. Kunci motor rental dan STNK
Makasar, 19 Desember 2025
Sumber: laolao_papua


0 komentar:
Posting Komentar