Moanemani, LawanMalas. Com- Regenerasi sekarang kurang produktif dalam berbagai perspektif karena kurangnya membaca dan menulis dalam apa yang kita bisa baca, denger dan saksikan.
Kalau generasi muda mempunyai niat yang baik untuk melawan rasa malas itu berarti generasi muda Papua juga bisa, dan pasti kita bisa bebas dari apa yang kami inginkan saat ini.
Yang kita inginkan saat ini khususnya rakyat Papua akar rumput adalah hanya satu yaitu pembebasan Papua dari teritorial kolonial Indonesia.
Karena salah seorang pemuda bernama (A.B) pernah mengatakan bahwa otak manusia punya makanan adalah membaca dan jika ingin membagikannya sama sesama manusia berarti melalui karya-karya ilmiahmu. Karena melalui tulisanmu, anda bisa berkenalan dengan tujuh (7) re-generasi muda kedepannya.
Untuk itu, saya selalu keliru atas mendengarnya rekaman suara yang biasa kita di lakukan oleh jagoan-jagoan muda khususnya “Pelajar mahasiswa/i” Papua pada umumnya.
Namanya pelajar mahasiswa ko tidak produktif dan mala bisa prediksi dalam hidup dan kehidupannya mereka. Karena =IFnya, mereka ini terakhirnya akan kena pada false atau true atau lebih jauh dari false atau true.
Maka siapapun dia yang ingin mau mengubah dirinya dalam konteks membaca dan menulis berarti berhenti untuk perekaman suara dalam grup WA, mengsenger maupun instagram atau miskonikasi dengan teman-temanmu pun budayakan dengan tulisan, karena budayakan menulis adalah mulai dari ketik mengetik sebagai solusi demikratis bukan rekam perekam.
Saya merasa karena saya pun salah satu korbanya. Salah satu dari ribuan keburukan yang kami lakukan adalah rekam suara dalam grup WA, mengsenger yang bersifat private dengan kerabat maupun teman-temanmu. Karena itulah yang mala membuat kita menghambat dalam pertumbuhan konteks yang kita impikan.
Jika dalam itu kami berfikir sebelum jauh, pasti kami sudah beradaptasi di puncak gunung bukan masih berada di pantat gunung.
Cobah anda fikir sekarang yang Saya menyampaikan diatas ini merupakan sebuah langkah yang tak kontekstual atau itu sangat signifikan.
Maka anda mau melakukan atau tidaknya kembali kepada anda dan saya sendiri karena hak seseorang itu private bukan sebuah hal kewajibannya.


0 komentar:
Posting Komentar