Oleh: MusaBomaMapiha777
Nabire LawanMalas. Com PODETAKEBO itu membawahi Tiga Gereja, Dua Desa dan kampung yang menyimpang rahasia, sejarah yang nyata dan aneh.
Ketika kampung itu juga tempat memproduksi dan tempat mengorbitkan manusia-manusia yang punya komvetensi, ketajaman Aikiu yang sangat luar biasa menyebar dimana mana tempat.
Tapi sayangNya secara kasat mata saya melihat bahwa di birokrasi Tingkat Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah mewakili rakyat ketiga kampung atau ketiga Gereja ini belum duduk satupun itu karena kejangkalanNya ada dimana musti dibicarakan bersama agar kita tidak bisa menjadi bawahan tapi kita bisa menjadi pucuk pimpinan untuk bisa memerintah yang lain.
Bukan itu saja pengorbanan yang kita hadapi saat ini tapi, yang paling parah kita sudah rugi aset PODETAKEBO adalah sesungguhNya dari Diyeugi satu, Piyakunu, dan dari Waneuwo itu anak-anak itu usia produktif dan usia sekolah sudah banyak yang meninggal dan terus meninggal
Karena suatu kampung ketika ditakuti oleh kampung lain di kampung itu ada pengusaha yang MILIONER ada, Pemuda yang berani eksekusi dalam hal apa saja ada, di birokrasi itu harus ada parah kepala dinas atau Kabag, dan harus ada DPRD, DPRP, Bahkan sampai jabatan Senayan di Batavia Jakarta
Maka perlu persatuan kita sesungguhnya lebih gigi lagi agar tak di runtuhkan oleh gelombang parah air laut di Pantai maaf Nabire Papua Tengah
Dan Saling mendukung dalam hal apapun yang hendak diperjuangkan oleh siapaun karena dukungan itu sungguh amat dan paling vital dalam wahana hidup anda, dia, dan saya katanya"...?
Agar warna kampung itu dipandang elok oleh kampung lain dimana seorang guru dan mantri yang akan bertugas di kampung kita sesungguhnya wajib diperlukan mereka itu sebagai telur atau Raja
Karena saya dan anda tidak bisa mengajar anak sekolah kita, karena saya dan anda tidak bisa memberikan imunisasi terhadap anak kita, tidak bisa memberikan obat kepada pasien yang datang berobat rumah sakit itu
Bilah guru dan mantri dari seluruh akar rumput memperhatikan dengan baik dalam hal barang mereka dijaga baik, rumah mereka di bangun oleh rakyat, bila potong babi orang pertama yang musti diberitahu adalah mereka dan semua ini kita lakukan dengan penuh kesungguhan anak kita akan berhasil dan parah guru dan mantri juga akan beta menetap di kampung itu
Kalau yang di atas ini kita tidak lakukan secara sungguh-sungguh dan serius berarti yang anak korban pendidikan adalah anak dan korban kesehatan adalah kita sendiri
Pikiran dan perasaan saya yang saya tuangkan dalam bentuk tulisan ini bukan sebuah paksaan, bukan pulah sebuah desakan tapi bahan, ide, gagasan bersama dan untuk kita pikirkan bersama
Bila ada hal hal yang musti dibuka ruang diskusi bersama mari kita satukan ide dan langkah rebutan yang jitu atas dasar berbagai masukan dan sarang kita bersama
Sejak Dogiyai di mekarkan berdasarkan UU No 8 Tahun 2008 hingga kini tiga Kampung menjadi penonton setia dalam hal pucuk pimpinan di birokrasi
Kita sudah ketinggalan dan paling terbekang jauh sana tapi, dalam kebenaran Firman Tuhan sudah tertulis bahwa orang yang terbelakang yang menjadi terdepan
Firman itu akan terwujud Nyata di dalam Podetakebo Saya percaya itu".


0 komentar:
Posting Komentar