Penulis : Antonius Boma.
MAKASSAR LAWAN MALAS. COM - Kami dari Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa/i Dogiyai Kota Studi Makassar sangat apresiatif kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai yang mana dilupakan kami sejak tahun 2012 sampai saat ini 2020. Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Dogiyai, pelajaran khusus buat kami mahasiswa/i yang berasal dari kabupaten Dogiyai khususnya di kota studi Makassar.
Pertemuan kemarin pada bulan november, pemerintah kabupaten Dogiyai khususnya Dinas Pendidikan memainkan kami dalam rumahmu sendiri.
“Tetapi sayangnya, jika tahun ini dinas terkait jalan sendiri kota studi ke kota studi berarti untuk kota studi Makassar mempersiapkan diri lalu datang karena kami sangat kecewa dalam itu, Kata BP makassar kepada awak media ini.
"Artinya bahwa jika dinas terkait siapkan rumah permanen untuk kami kota studi Makassar bolehlah datang. Kalau tidak, kami akan ikut biarpun kalian.
Sifat dan karakter pemerintahan kabupaten Dogiyai khususnya dinas pendidikan tentang uang Kontrakan dan akhir study, kemarin baru terbongkar apa yang mereka melakukan atau sistem pengelola keuangan akhir studi dan pembondokanya.
Analisis atau sudut pandang saya selama kami membahas tentang uang Kontrakan dan akhir study, mereka jalan untuk membagikan uang pada tahun ini kebawanya itu pun, mereka pake kami mahasiswa Dogiyai punya uang, Jelasnya”.
"Pada hal mereka sebelum berangkat, sebagian besar dipotong lalu tiba di kota studi pun mereka selalu menawarkan kami hanya karena uang yang mereka bawa sebagian mau potong. Kalau menurut kawan-kawan apa yang mereka melakukan itu hal yg wajar atau tidak..?
Ada beberapa kalimat diatas ini perlu ingat, siapa dia yang merasa diri bahwa saya datang dari Kabupaten Dogiyai untuk kuliah di kota klonial dan akan kembali kekabupaten Dogiyai untuk mengapdinya, kalau tidak ada egois dan nepotisme dalam sistem pemerintahannya. Sebab kabupaten Dogiyai adalah milik kami mahasiswa/i Dogiyai bukan orang pendatang.
Untuk itu, kami dari IPMADO Dogiyai kota studi Makassar mengatakan dengan tegas kepada pemerintah kabupaten Dogiyai khususnya dinas terkait bahwa jika tidak Merealisisasikan asrama permanen untuk kami tahun 2020 ini, berarti bilah perlu pemerintah kabupaten Dogiyai khususnya dinas terkait TIDAK dan TIDAK boleh datang di kota Makassar sebagai solusi demokratis, Tegasnya”.
Mulutku sakit hanya karena bicara rumah permanen demi untuk generasi penerus Dogiyai yang akan datang di kota studi Makassar, bukan saya bicara rumah pribadi. Hal itu pemerintah mengalisis dengan rasionalisme yang sehat dan efektif. Supaya lebih paham, ingat teruskan sampai mengakomodasikannya.
Saya sebagai BP. IPMADO Dogiyai kota studi Makassar sangat apresiatif kepada pemerintah kabupaten Dogiyai khususnya dinas pendidikan karena dari dulu pada tahun 2012 sampai 2020 ini, Bapa melihat anak sebagai anak YATIM PIATU.
TERIMA KASIH ATAS KERJA SAMANYA.
Oleh : BP. IPMADO Dogiyai kota studi Makassar Alias Antonius Boma atau Sumber Badaki Bomaibo Tua Gila Di Makassar.


0 komentar:
Posting Komentar